Polemik Sejarah di Kota Rengat
January 6, 2012   //   By:   //   Berita, Rengat   //   No Comment

RENGAT, TRIBUN – Setiap tahun, peringatan Hari Jadi Kota Rengat pada 5 Januari, selalu memunculkan perdebatan sejarah. Apalagi, Pemerintah Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) telah menetapkan tanggal tersebut dalam Perda Nomor 02 Tahun 2006.

Perdebatan ini, secara kebetulan, memiliki sejarah tersendiri dan saling bertolak belakang. Peristiwa pertama, merupakan pemindahan pusat pemerintahan Kerajaan Indragiri dari Japura ke Rengat ditandai dengan peletakan batu pertama pembangunan Masjid Raya Rengat, 5 Januari 1815.

Sebaliknya, tanggal 5 Januari, juga dirasakan oleh warga Rengat sebagai sejarah kelam. Pasalnya, di hari itu, 5 Januari 1949, sebanyak 2.600 warga Rengat dibantai oleh tentara Belanda.

Karena itu, beberapa ahli waris dari korban pembantaian tersebut hingga hari ini tidak mengakui 5 Januari sebagai hari jadi Kota Rengat. Mereka tetap meminta Pemkab Inhu menetapkan 5 Januari sebagai hari bersejarah memperingati tragedi kemanusiaan.

Sejauh ini, Pemkab Inhu belum menetapkan peristiwa 5 Januari 1949 sebagai hari bersejarah melalui peraturan daerah. “Tanggal 5 Januari 2012 bukan untuk diperingati sebagai Hari Jadi Kota Rengat tetapi mengenang peristiwa 62 tahun lalu, jatuhnya Kota Rengat karena peristiwa pembantaian 2.600 orang oleh pasukan Belanda dan KNIL atau Spesial Troopen,” kata Susilowadi, Kamis (5/1).

Bang Ilo, panggilan akrbanya, merupakan cucu kandung Mandor Rasiman, kerabat Kerajaan Indragiri yang menjadi korban pembantaian di Sekip Sipayung.

“Apabila Perda penetapan Hari Jadi Kota Rengat tidak direvisi, maka akan tetap menimbulkan polemik berkepanjangan. Sebab pada tanggal yang sama, 5 Januari, telah terjadi peristiwa pembantaian dan jatuhnya Kota Rengat,” jelas Ilo seperti dikuti dari riauterkini.com.

Bupati Inhu Yopi Arianto saat menyampaikan sambutannya pada Sidang Paripurna Istimewa Peringatan Hari Jadi Kota Rengat mengungkapkan, peringatan tersebut perlu dilakukan telaah dan kajian ulang.

Namun untuk mengubah Penetapan Hari Jadi Kota Rengat harus dilakukan melalui mekanisme dan duduk bersama. Alasannya, itu telah ditetapkan melalui Perda. “Peringatan hari jadi kota Rengat akan dikaji lebih mendalam,” tegasnya.

Pencarian Terkait :

ulang tahun kota rengat.gambar mandor rasiman rengat inhu.info kota belilas.tragedi rengat.
About the Author :

Lahir di daerah pedalaman tak berarti jauh dari pengetahuan akan tekhnology, nge-bog adalah aktifitas sekaligus mata pencaharian Admin

Related News

Leave a reply